Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nasdiyanto, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program bantuan pangan murah bagi penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh bantuan pangan bersubsidi. Salah satu persoalan yang kerap terjadi adalah terbatasnya kuota saat proses pendaftaran, sehingga banyak warga yang telah memenuhi persyaratan tidak dapat mengikuti program tersebut.
“Program bantuan pangan murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala yang perlu segera dibenahi. Saya menerima banyak laporan dari warga yang kesulitan mendaftar karena kuota sudah terpenuhi dalam waktu singkat,” ujar Nasdiyanto, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan kuota yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta penyempurnaan sistem distribusi agar lebih efektif, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh penerima manfaat.
“Kami mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah kuota bantuan pangan murah serta memperbaiki sistem pendaftaran dan distribusinya. Jangan sampai masyarakat yang berhak menerima bantuan justru tidak dapat mengaksesnya akibat keterbatasan kuota maupun kendala teknis di lapangan,” tegasnya.
Nasdiyanto menilai program bantuan pangan murah memiliki peran penting dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pokok. Karena itu, pelaksanaannya harus terus dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima yang berhak.
“Harapan kami, Pemprov DKI Jakarta dapat segera menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat. Dengan penambahan kuota dan perbaikan sistem distribusi, program ini dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” pungkasnya.
