HomeBeritaNasdiyanto Tekankan Implementasi Ranperda Kota Layak Anak Harus Nyata, Bukan Sekadar Predikat

Nasdiyanto Tekankan Implementasi Ranperda Kota Layak Anak Harus Nyata, Bukan Sekadar Predikat

jakarta – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Nasdiyanto, menyoroti pentingnya penguatan Ranperda tentang Kabupaten/Kota Layak Anak agar tidak berhenti pada regulasi maupun pencapaian predikat, tetapi benar-benar mampu menjawab berbagai persoalan anak di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Nasdiyanto saat setelah menghadiri Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang Kabupaten/Kota Layak Anak.

Menurut Nasdiyanto, keberhasilan kota layak anak tidak semestinya hanya diukur dari penghargaan atau capaian administratif pemerintah daerah. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana anak-anak di Jakarta mendapatkan perlindungan, rasa aman, akses pendidikan dan kesehatan, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

“Jangan sampai kita hanya sibuk mengejar predikat kota layak anak, tetapi persoalan anak di lapangan masih terjadi. Kekerasan, perundungan, eksploitasi, anak putus sekolah, hingga minimnya ruang publik yang aman harus menjadi perhatian serius,” ujar Nasdiyanto, Jumat (04/9/2026).

Ia menilai Ranperda tersebut harus disertai target yang jelas dan terukur, termasuk dalam hal perlindungan anak, penyediaan ruang bermain yang aman, akses pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sistem pengaduan dan pendampingan bagi anak korban kekerasan.

Nasdiyanto juga menekankan pentingnya dukungan anggaran yang memadai. Menurutnya, regulasi yang baik tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dibarengi program konkret, pembiayaan yang tepat sasaran, data yang akurat, serta pengawasan yang konsisten.

“Kita harus berani melihat persoalan anak secara nyata. Regulasi yang baik harus diikuti program yang konkret, anggaran yang jelas, data yang akurat, serta pengawasan yang konsisten. Jangan sampai kebijakan bagus di atas kertas, tetapi lemah ketika diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Ia menambahkan, mewujudkan Jakarta sebagai kota layak anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya.

“Pungkasnya, Jakarta layak disebut kota layak anak bukan karena predikatnya, tetapi karena anak-anak kita benar-benar merasa aman, terlindungi, mendapatkan haknya, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Itu yang harus menjadi ukuran keberhasilan kita bersama,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini