Jakarta — Target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen mendapat perhatian dari Anggota DPRD DKI Jakarta, Nasdiyanto. Ia menilai upaya tersebut perlu diikuti dengan penguatan perhatian dan dukungan terhadap kader Posyandu yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Nasdiyanto mengatakan, kader Posyandu memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, memberikan edukasi kepada keluarga, serta membantu pemerintah mendeteksi dan mencegah potensi stunting sejak dini.
“Target penurunan stunting tentu harus kita dukung, namun di balik target tersebut ada para kader Posyandu yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Nasdiyanto.
“Karena itu, perhatian dan dukungan kepada mereka juga harus menjadi bagian dari upaya pemerintah,” sebut Nasdiyanto lagi, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, penguatan kader Posyandu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan, tetapi juga perlu didukung dengan fasilitas serta bentuk apresiasi yang memadai. Hal tersebut dinilai penting agar kader dapat menjalankan tugas secara optimal dan berkelanjutan.
“Kader Posyandu, mitra strategis pemerintah di tingkat masyarakat, mereka membantu memantau kondisi ibu dan anak, memberikan edukasi, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan,” katanya.
Nasdiyanto berharap Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sinergi antara Posyandu, Puskesmas, pemerintah kelurahan, serta masyarakat dalam menjalankan program pencegahan dan penanganan stunting.
Ia menegaskan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya diukur dari pencapaian target angka, tetapi juga dari seberapa kuat sistem pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dibangun.
“Kalau kita ingin target 14 persen ini tercapai, maka seluruh unsur yang bekerja di lapangan harus diperkuat,” jelas Nasdiyanto.
“Berikan perhatian kepada kader Posyandu agar mereka dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.
