HomeBeritaDewan PKS: Musibah Bantar Gebang, Teguran Keras Keseriusan Penanganan Sampah Jangka Panjang

Dewan PKS: Musibah Bantar Gebang, Teguran Keras Keseriusan Penanganan Sampah Jangka Panjang

Jakarta – Musibah yang terjadi di TPA Bantargebang yang merengut korban jiwa sebanyak 7 orang yang terkubur timbunan sampah, menjadi teguran keras atas keseriusan pemprov DKI Jakarta dalam penanganan sampah jangka Panjang. Hal ini disampaikan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin.

“Ketergantungan penanganan sampah sampah Jakarta pada metode Controlled Landfill (penimbunan terkontrol) menyebabkan bencana hanya tinggalmenunggu waktu saja,” kata pria yang akrab disapa Kyai Thamrin ini, Jum’at (13/3/2026).

Apalagi masih menurut Thamrin, produksi sampah harian Jakarta cenderung terus meningkat mencapai 8.400 ton per hari. Sementara curah hujan tinggi dan angin kencang yang sering melanda wilayah Jabodetabek.

“Ini yang menyebabkan berbagai bentuk timbunan menjadi rawan longsor,” tegasnya.

Politikus PKS ini juga mengingatkan, Jakarta selama ini kurang serius dalam menyiapkan rencana pengelolaan sampah dalam jangka panjang. Terbukti sampai saat ini Jakarta belum memiliki semacam Blue Print pengelolaan sampah jangka panjang, termasuk dalam penggunaan teknologi tinggi untuk mempercepat penanganan sampah.

Pemprov DKI Jakarta baru memiliki peta jalan (road map) dan itupun baru saja dibuatnya (2025-2026) dan hanya untuk jangka waktu satu tahun.

“Padahal masalah sampah ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun,” ucapnya prihatin.

Rencana penggunaan teknologi tinggi untuk penanganan sampah sejak dulu juga tidak jelas dan berganti-ganti. Dari rencana penggunaan Intermediate Treatment Facility (ITF) di beberapa tempat dan menghasilkan energy, berubah menjadi penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Pembangunan RDF pun masih berjalan sangat lambat dan baru ada di Rorotan dan Bantargebang. Padahal dengan produksi sampah yang tinggi dan budaya pengolahan sampah di hulu yang masih kurang.

“Jakarta membutuhkan rencana jangka panjang yang jelas dalam pengelolaan sampah, rencana jangka menengah dan panjang yang membuat target-target pengurangan timbunan sampah yang terukur disertai penggunaan teknologi dan anggaran yang dibutuhkan,” sambung Thamrin.

Thamrin juga menyatakan turut berduka cita pada korban yang meninggal dunia dan keprihatinan pada korban yang terluka. “Saya berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian yang maksimal pada keluarga korban, terutama yang berasal dari petugas pengangkut sampah,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini